Jumat, 13 April 2012

BAB3_Sistem Ekonomi Indonesia

Bab 3
Sistem Ekonomi Indonesia

 Pengertian Sistem
          Sebuah sistem pada dasarnya suatu “organisasi besar” yang menjalin sebagai subjek (objek) serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu. Perangkat kelembagaan dimaksud meliputi lembaga atau wadah tempat subjek (objek) itu berhubungan, cara kerja dan mekanisme yang menjalin subjek (objek) tadi, serta kaidah atau norma yang mengatur hubungan subjek (objek) tersebut agar serasi.
          Keserasian hubungan antar subjek (antar objek) termasuk bagian atau syarat sebuah sistem karena, sebagai suatu “organisasi”, setiap sistem menpunyai tujuan tertentu. Kaidah atau norma dimaksud bisa berupa aturan dan peraturan, baik yang tertulis maupun tidak tertulis, untuk suatu sistem yang menjalin hubungan antarorang. Contohnya aturan-aturan dalam suatu sistem kekerabatan, peraturan-peraturan dalam suatu sistem politik atau pemrintah.

Sistem Ekonomi dan Sistem Politik
          Sistem ekonomi adalah sautu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan, dalam suatu tatanan kehidupan. Perangkat kelembagaan dimaksud meliputi lembaga-lembaga ekonomi (formal maaupun nonformal); cara kerja; mekanisme hubungan; hukum dan peraturan-peraturan perekonomian; serta kaidah atau norma-norma lain.
          Suatu sistem perekonomian tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan dengan falsafah, pandangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak. Sebagai bagian dari suprasistem kehidupan, sistem ekonomi berkaitan erat dengan sistem-sistem social lain yang berlangsung di dalam masyarakat.
          Sistem ekonomi di suatu Negara berdasarkan beberapa sudut tinjauan seperti:
1.     Sistem pemilikan sumber daya atau factor-faktor produksi.
2.    Kekeluasaan masyarakat untuk saling berkompetisi satu sama lain dan menerima imbalan atas prestasi kerjanya.
3.    Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan, dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya.
Kapitalisme dan Sosialisme
          Secara garis besar, di dunia ini pernah dikenal dua macam sistem ekomoni yang ekstrem yaitu Sistem ekonomi kapitalis  dan  Sistem ekonomi sosialis.
          Sistem ekonomi kapitalis mengakui pemilikan individu atas sumber daya-sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi. Sistem ekonomi sosialis adalah sebaliknya. Sumber daya ekonomi atau faktor produksi diklaim sebagai milik Negara. Sistem ini lebih menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam menjalankan dan memajukan perekonomian.
          Dalam terminologi teori mikroekonomi, sistem ekonomi kapitalis merupakan suatu sistem ekonomi yang menyadarkan diri sepenuhnya pda mekanisme pasar, prinsip laissez faire (persaingan bebas), menyakini kemampuan “the invisible hand” dalam menuju efisiensi ekonomi. Sedangkan sistem ekonomi sosialis, sudah barang tentu, adalah sebaliknya.

Persaingan Terkendali
          Persaingan terkendali adalah dengan terlebih dahulu menelaah keadaan dan perkembangan perekonomian kita berdasarkan ketiga butir sudut tinjauan tadi, berdasarkan hukum, perilaku, norma, dan etika yang berlaku atau dianut oleh masyarakat dalam berekonomi, serta berdasarkan tinjauan pengalaman kronologis.

Kadar Kapitalisme dan Sosialisme
          Unsur-unsur kapitalisme dan sosialisme terkandung dalam pengorganisasian ekonomi Indonesia. Pertama  adalah dengan pendekatan factual struktural  yakni menalaah peranan pemerintah atau Negara dalam struktur perekonomian. Kedua  adalah  pendekatan sejarah  yakni dengan menelusuri bagaimana perekonomian bangsa di organisasikan dari waktu ke waktu.
          Untuk mengukur kadar keterlibatan pemerintah dalam perekonomian dengan pendekatan faktual-struktural dapat di gunakan Kesamaan Agregat Keynesian yang berumuskan Y= C+I+G(X-M). Variable C melambangkan pengeluaran konsumsi. Variable I melambangkan pengeluaran investasi perusahaan-perusahaan. Sektor pemerintah di wakili oleh variable G yang melambangkan pengeluaran konsumsi pemerintah. Adapun X dan M masing-masing melambangkan ekspor dan impor, mawakili sektor perdagangan luar negeri.

Kamis, 12 April 2012

BAB4_Pendapatan Nasional Pertumbuhan, Dan Struktur Ekonomi

BAB 4
PENDAPATAN NASIONAL PERTUMBUHAN, DAN STRUKTUR EKONOMI

KONSEP-KONSEP PENDAPATAN NASIONAL INDONESIA
Isrilah “pendapatan nasional” dalam arti sempit  adalah terjemahan langsung dari national income. Sedangkan dalam arti luas, “pendapatan nasional” danapat merujuk ke Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP); Produk Nasional Neto (PNN) atau Net National Pruduct (NNP); atau merujuk kepada Pendapatan Nasional (PN) alias National Income (NI).
Metode Penghitungan Pendapatan Nasional
Produk Nasional Bruto (PNB) adalah produk domestic bruto ditambah pendapatan neto atas factor luar negeri. Yang dimaksud dengan pendapatan neto atas factor luar negeri ialah pendapatan atas faktor produksi warga negara Indonesia yang dihasilkan di (diterima dari) luar negeri dikurangi pendapatan atas faktor produksi warga negara asing yang dihasilkan di (diperoleh dari) Indonesia. Dari produk nasional bruto dikurangi seluruh penyusutan atas barang-barang madal tetep yang digunakan dalam proses produksi selama setahun.
Metode Penghitungan Nilai Riil
Untuk menghitung pertumbuhan ekonomi riil, terlebih dahuluharus dihilangkan pengaruh perubahan harga yang melekat pada angka-angka agregat ekonomi menurut harga berlaku (current price), sehingga terbentuk angka agregat ekonomi menurut harga konstan (constan prices) tahun tertentu. Dalam hal ini, ada tiga metode untuk mengubah angka menurut harga berlaku menjadi angka menurut harga konstan yaitu (1) metode revolusi; (2) metode ekstrapolasi; dan (3) metode deflasi.

Metode Penghitungan Nilai Tambah
Nilai tambah (added value) adalah selisih antara nilai akhir (harga jual) sutau produk dengan nilai bahan bakunya. Untuk menghitung nilai tambah menurut harga konstan terdapat emapat macam  cara yaitu (1) metode deflasi ganda; (2) metode ekstrapolasi langsung; (3) metode deflasi langsung; dan (4) metode deflasi komponen pendapatan.
Metode deflasi ganda dalam menghitung nilai tambah dilakukan jika keluaran (out put) menurut harga konstan dihitung terpisah dari masukan-atara (intermediate-input) menurut harga konstan. Metode deflasi langsung dilakukan dengan menggunakan indeks harga implisit dari keluran atau secara langsung menggunakan indeks harga produksi yan sesuai, kemudian dijadikan angka pembagi terhadap nilai tambah menurut harga yang berlaku.
PENDAPATAN NASIONAL DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
PENDAPATAN PER KAPITA DAN KEMISKINAN
Pertumbuhan ekonomi, yang untuk angka-angka di atas dihitung berdasarkan pendekatan nilai riil produk domestic bruto (groos domestic product), bukan semata-mata menunjukkan peningkatan produk atau pendapatan secara makro. Sekedar gambaran, jika pada tahun 1984 pendapatan per kapita kita baru sekitar US$450 per tahun, kini sudah mencapai peningkatan sekitar US$740. Dengan pendapatan per kapita sebesar ini,Indonesia, merut Bank dunia tergolong sebagai negara berpendapatan menengah ke bawah.  
STRUKTUR EKONOMI INDONESIA
Struktur ekonomi sebuah negara dapat dilihat dari berbagai sudut tinjauan. Struktur ekonomi dapat dilihat setidak-tidaknya berdasarkan empat macam sudut tinjauan yaitu:
1.     Tinjauan makro-sektoral;
2.    Tinjauan keruangan;
3.    Tinjauan penyelenggaraan kenegaraan;
4.    Tinjauan birokrasi pengambilan keputusan.

Dua yang disebut pertama merupakan tinjauan ekonomi murni, sedangkan dua yang disebut kemudian merupakan tinjauan politik.

Berdasarkan tinjauan makro-sektoral sebuah perekonomian dapat berstruktur misalnya agraris (agricultural), industrial (industrial), atau niaga (commercial); tergantung pada sektor produksi apa/mana yang menjadi tulang punggung perekonomian yang bersangkutan. Berdasarkan tinjauan keruangan (spesial), suatu perekonomian dapat dinyatakan berstruktur kedesaan/tradisional dan berstruktur kekotaan/modern.

Tinjuan Makro-Sektoral

Dilihat secara mekro-sektoral [berdasarkan konstribusi sektor-sektor produksi (lapangan usaha) dalam membentuk produk domestik bruto] perekonomian Indonesia yang hingga tahun 1990 masih agraris kini sudah berstruktur industrial. Sumbangan sektor pertanian dalam pembentukan PDB yang pada tahun 1969 masih 46,9% menjadi hanya tinggal 17,6% pada tahun1993 (menurut perhitungan harga konstan tahun 1983). Di lain pihak peranan sektor industri pengolahan (manufacturing) meningkat dari 8,3% menjadi 21,1% untuk ukuran waktu yang sama.

          Jadi, ditinjau secara makro-sektoral struktur ekonomi Indonesia sesungguhnya masih dualistis. Sumber daya pencaharian utama sebagian besar penduduk masih sektor pertanian. Dalam kaitan ini berarti struktur tersebut masih agraris. Akan tetapi penyumbangan utama pendapatan nasional adalah sektor industri pengolahan. Dalam kaitan ini berarti struktur tersebut sudah industrial. Semua itu berarti bahwa secara makro-sektoral ekonomi Indonesia baru bergeser dari struktur yang agrar’s ke struktur yang industrial.

Tinjauan Lain

          Dilihat dengan kacamata politik, sejak awal Order Baru hingga oertengahan dasawarsa 1980an perekonomian Indonesia berstruktur etatis. Pemerintah atau negara, dengan BUMN-BUMN  dan BUMD-BUMD sebagai kepanjangan tangannya, meripakan pelaku utama ekonomi. Baru mulai pertengahan dasawarsa kemarin peran pemerintah dalam perekonomian berangsur-berangsur berkurang, sesudah pemerintah secara eksplisit melalui GBHN 1983 / pelita IV mengundang kalangan swasta untuk berperan lebih besar dalam perekonomian nasional.

          Stuktur  ekonomi yang tengah kita hadapi saat ini sesungguhnya merupakan suatu struktur yang transisional. Kita sedang beralih dari struktur yang agraris ke industrial; dari struktur yang etatis ke borjulis; dari struktur yang kedesaan/tradisional ke kotaan/mederen; sementara dalam hal birokrasi dan pengambilan keputusan mulai desentralistis.

KONSEP-KONSEP PENDAPATAN DITINJAU KEMBALI

          Konsep pendapatan nasional yang selama ini diterapkan dianggap belum memasukkan faktor biaya kerusakan lingkungan di dalam penghitungannya. Akibat, bukan saja angka pendapatan nasional yang dihasilkan berlebihan (over-continued), tapi juga menyebabkan orang menjadi kurang peduli akan lingkungan hidup.

          Konsep pendapatan nasional harus di modifikasi, didekorasi dengan biaya kerusakan lingkungan hidup dalam rangka pembangunan ekonomi. Apabila pendapatan nasional yang di maksud dihitung dengan konsep Gross Domestic Product (GDP) dan biaya lingkungan dilambangkan dengan EC (Environmental Cost), maka secara sederhana GDP yang dimodifikasi dapat dirumuskan sebagai:

Modified GDP = Conventional GDP – Environmental cost

Biaya kerusakan lingkungan (EC) meliputi nilai ekonomi yang hilang akibat missalnya berkurangnya tingkat kesuburan tanah; keruhnya air sungai sehingga penggunaannya menjadi terbatas; penipisan cadangan sumberdaya alam; dan ongkos pemulihan kesehatan yang terpaksa dikeluarkan masyarakat karena pencemaran lingkungan.

Tinjauan ulang konsepsional bukan hanya terhadap pendapatan nasional secara agregat. Akan tetapi juga terhadap konsep pendapatan per kapita. Pendapatan per kapita gianggap kurang memadai untuk pebandingan internasional. Penyeragaman satuannya ke dalam dollar Amerika Serikat (US$), dengan argumentasi agar dapat diperbandingkan, secara metodologi kini disadari potensial menyesatkan. Daya beli riil pendapatan per kapita tersebut di masing-masing negara tidak tercemin. Sebagai alternatifnya, maka diajukan konsep baru bernama). purchasing power parity (PPP).


Peran Pemuda dan Mahasiswa Terhadap Kemajuan Bangsa( Era Dulu dan Sekarang)


PERAN PEMUDA DAN MAHASISWA TERHADAP KEMAJUAN BANGSA ( ERA DULU DAN SEKARANG)
Peranan generasi muda selalu mewarnai dalam setiap usaha –usaha untuk memerdekakan bangsa indonesia. Seperti yang kita lihat pada zaman penjajahan. Karena pada zaman penjajahan para pemuda rela mengorbankan seluruh jiwa dan raga demi mempertahankan bangsa indonesia dari tangan penjajah.  Dengan berdirinya organisasi-organisasi pemuda seperti Boedi utomo. Trikora dharma, Jong java dsb, merupakan salah satu bukti kepedulian para pemuda demi kemajuan bangsa. Pada dasarnya organisasi pemuda bersifat lokal kemudian berdiri PPPI yang merupakal awal lahirnya sumpah pemuda dengan adanya sumpah pemuda maka seluruh pemuda yang ada di indonesia menjadi bersatu dan sulit untuk di serang oleh musuh. Dan dengan kegigihan para pemuda maka pada tanggal 17 agustus 1945 , di kumandangkannya proklamasi kemerdekaan indonesia yang di bacakan oleh soekarno dan M. Hatta. Di jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 yaitu di rumah soekarno
 Walupun banyak tantangan yang harus ditempuh oleh para pemuda tetapi mereka tetap berusaha keras supaya bangsa indonesia bebas dari penjajahan dan rakyat indonesia tidak lagi menderita seperti waktu adanya penjajahan oleh bangsa lain. Setelah di proklamasikan kemerdekaan indonesia , para pemuda mulai melakukan pemberontakan di berbagai wilayah dan mengusir para penjajah dan merebut wilayah-wilayah dari tangan para penjajah, akhirnya bangsa indonesia bersih dari jajahan bangsa lain. Coba kita bayangkan seandainya dulu para pmuda tidak peduli dengan kemerdekaan bangsa indonesia mungkin saat ini negara kita masih dijajah oleh bangsa lain. Maka untuk mengenang jasa-jasa para pemuda pada zaman dulu khusunya pada zaman penjajahan, bangsa indonesia memperingati hari sumpah pemuda setiap tanggal 28 oktober.
Mahasiswa adalah generasi yang dicetak untuk tujuan pengembangan profesinya ia tekuni di dunia kampus. Merekanlah yang kelak memejukan keprofesian  indonesia sesuain dengan bidang mereka masing-masing. Maka dari itu mahasiswa mulai aktif dalam berorganisasi baik di dunia kampus atau di luar kampus. Mahasiswa memiliki potensi yang besar dibandingkan kelompok masyarakat yang lain, karena pemikiran kritis mereka dan sebagai motor penggerak kemajaun ketika masyrakat melakukan proses pembangunan. Dimata masyarakat, mahasiswa adalah agen perubahan sosial karena mereka merupakan selaku insan akademis dipandang memiliki kekuatan intelektual. Sudah menjadi keharusan bagi seorang atau sekelompok mahasiswa untuk aktif dalam menyoroti kebijakan yang dikeluarkan pemerintah
Akan tetapi peran pemuda saat ini sudah tidak lagi seperti peran pemuda pada zaman dulu, seolah –olah sudah tidak lagi mewarisi semangat nasionalisme yang dimiliki pemuda pada zaman dulu. Hal ini disebabkan arus teknologi yang semakin canggih saja, sehingga membuat para pemuda saat ini terlena lupa akan tugas sebagai pemegang estafet pembangunan masa depan. Dan ada banyak yang menjadi pemicu lunturnya semangat kebangsaan yang merupakan warisan para pendahulu salah satunya adalah kejenuhan para pemuda dalam memandang wacana kebangsaan yang di kumandangkan elite politik di indonesia. Sebab lainnya adalah tidak adanya kepercayaan dari golongan tua kepada golongan muda untuk mengadakan transfer ilmu, pengalaman dan kewenangan.
Sealin itu peniruan  gaya hidup kebarat-baratan merupaka salah satu dampak yang kini menyerang banyak dari saudara-saudara kita yang mabuk-mabukan, terlibat di dunia malam bahkan kasus narkoba. Gaya hidup seperti inilah yang dapat merusak generasi muda. Selaintu kebanyakan dari mahasiswa lebih banyak menghabiskan waku dengan kegiatan yang kurang jelas manfaatnya, forum-forum diskusi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kenegaraan tidak pernah dijejali oleh mahasiswa sebaliknya tempat-tempat hiburan malah disukai oleh mahasiswa. Bila generasi muda menjadi rusak, bisa-bisa negara kita di jajah lagi oleh bangsa lain. Sekarang saja sudah terlihat dengan banyaknya kekeyaan bangsa indonesia yang digerogotin oleh bangsa lain di tambah hutang indonesia kepada bangsa lain semakin banyak saja.


Kamis, 22 Maret 2012

Strategi Belajar di Perguruan Tinggi


Strategi Belajar di Perguruan Tinggi

Kondisi perekonomian di Indonesia sangat tidak bagus atau sulit di jangkau salah satunya adalah system pendidikan. Pemenuhan kebutuhan pendidikan baik yang secara formal mau non formal sangat di butuhkan karena dapat memberikan dampak yang besar terhadap penduduk dalam rangka menjalanin kualitan SDM (sumber daya manusi) Indonesia. Ada 2 jenis pendidikan yang kita kenal di masyarakat kita yaitu formal (tk, sd smp, sma dan universitas) dan yang non formalnya seperti lembaga lembaga tempat khursus. Pendidikan formal jelas tujuannya untuk memperoleh keberhasilan. Disini kita kan mendapatkan title sarjana muda, sarjana, magister dan sebagainya.
Melanjutkan studi di perguruan tinggi (PT) mungkin menjadi suatu harapan besar bagi setiap orang. Harapan tersebut adalah bisa memasuki PT yang ideal dan favorit. Pada kenyataannya tidak semua orang bisa merasakan kuliah di yang favorit, paling tidak karena faktor ekonomi dan tidak terseleksi.
Kuliah jelas memiliki jenjang  yang berdedan dengan jenjang yang sebelumnya. Jika di SMA program yang diikuti dapat dengan udah diikuti karena sangat jelas, tetapi dalam menempuh perkuliahan mahasiswa harus memiliki perencanaan yang matang. Merencanakan pekuliahan berarti menetukan tujuan-tujuan yang harus di capai selama kuliah untuk mencapai ekal masa depan.
System akademik itu secara garis besar menjelaskan semua prosedur akademik yang berkaitan dengan pembelajaran dan penelitian perguruan tinggi. Pengenalan pertama biasanya pada saat menerima mahasiswa baru. Selanjutnya mahasiswa di bimbing dengan dosen selama kuliah sampai lulus. Mahasiswa harus memahai struktur program mata kuliah, dan penyelenggaraan akademik sampai penyelesaian program akademik.
Merencanakan strategi kuliah itu harus dari dalam diri kita sendiri. Tujuan jangka panjang kita adalah mencapai cita-cita yang selama ini kita impikan dan impian tersebut harus di dasarkan dari diri sendiri profesi, kekayaan, pendidikan.  Sebagai mahasiswa harus bisa menentukan kapan ia akan lulus perkuliahannya dalam S1. Mahasiswa yang di PT harus bisa merencanakan aktivitas sebagai mahasiswa. Dan mahasiswa juga bisa memilih berbagai macam ekstrakulikuren yang berada di kampus.
Banyak berbagai macam factor yang harus kita pakai untuk menstrategikan belajar di perguruan tinggi seperti gaya belajar mahasiswa, hubungan dengan dosen seperti mengerjakan tugas yang di berikan kepada mahasiswa dan dikumpulkannya sesuai dengan waktu yang sudah di tentukan oleh dosen. Berinteraksi dengan mahasiswa lainya sangat penting apa lagi dengan kelompok-kelompok suatu organisasi yang di bikin oleh perguruan tinggi.
Kesempatan untuk kuliah di PT adalah kesempatan yang harus di manfaatkan setiap mahasiswa. Kesempatan ini harus di syukurkan dengan wujud kesungguhan dalam belaja selama kuliah berlangsung. Perencanaan yang matang dalam perkuliahan akan membantu mahasiswa untuk menuju masa depan.

Tanggapan Kenaikan Harga BBM dan Tarif Dasar Listrik


Tanggapan Kenaikan Harga BBM dan Tarif Dasar Listrik
Menurut saya kenaikan tersebut akan mempengaruh secara langsung maupun tidak langsung daya beli masyarakat di Indonesia. Karna kenaiakan BBM memicu kenaikan harga barang-barang seperti sembako dan harga barang konsumsi lainnya, dan memicu kenaikan tarif jasa-jasa dan tarif umum lainnya yang menyangkut fasilitas masyarakat, seperti tarif ojek, tarif dasar listrik dan tarif umum lainnya. Walaupun pemerintah menjanjikan akan memperikan kompensasi ke rakyat miskin belum tentu kompensasi tersebut membuat sebagian warga seneng. Seandainya kalau ingin menaikan harga BBM jangan terlalu tinggi kasihan dengan masyarakat yang ada di luar pulau jawa akan menerima harga yang sangat mahal dari sebelumnya.
Menurut saya dampak kenaikan tarif dasar listrik dilihat dari sisi kenaikan BBM, kenaikan ini juga sangat berpengaruh bagi masyarakat besar terutama masyarakan kalangan bawah. Kenaikan tarif dasar listrik bisa memicu terjadinya demo besar-besaran, karena selain tarif dasar listrik yang naik BBM pun juga naik.
Ya intinya dari kenaikan semua ini sangat sangat sangat merugikan sekali bagi masyarakat dan sangat tidak setuju.

Rabu, 30 November 2011

Artikel tentang perkembangan bisnis secara franchisee


Artikel perkembangan bisnis secara franchisee
1.      Sejarah Bisnis Franchisee
Konsep berbisnis secara franchise sebenarnya mempunyai sejarah yang cukup panjang jauh ke belakang. franchise diambil dari bahasa Perancis yang artinya kejujuran, bebas, kebebesan, untuk membebaskan.
Pada abad pertengahan, Awal kemunculan franchising di Eropa ditandai oleh hubungan antara para tuan tanah dan buruh atau budak-budak mereka. Para tuan tanah memberikan hak kepada buruh untuk menjual hasilnya , berburu, mengolah lahan, melakukan bisnis para tuan tanah di lahan tersebut.
Isaac M. Singer (1811-1875) menandai munculnya franchise di Amerika dengan bisnis mesin jahitnya. Dia menggunakan franchise untuk menambah jangkauan distribusi
pasarnya dengan cepat. Format franchisennya adalah dengan memberikan hak penjualan
mesin jahitnya dan tanggung jawab pelatihan kepada franchisee-nya.
Akhir-akhir ini telah menjadi salah satu trendsetter, yang memberi warna baru dalam dinamika perekonomian Indonesia.
konsep bisnis kepada franchisee mulai bermunculan dan menjadi booming setelah Perang Dunia II berakhir. Para pelopor franchise di Amerika, diantaranya:
- John S. Pemberton berhasil mewaralabakan Coca-Cola.
- General Motors Industry ditahun 1898 mewaralabakan industri mobil.
- Western Union dengan sistem telegraphnya.
- McDonald yang merupakan waralaba skala dunia yang paling sukses.
Dengan semakin banyaknya konsep franchise yang bermunculan, kebutuhan akan hokum dan perlindungan terhadap konsumen di butuhkan. Terbentuklah Asosiasi Franchise Internasional (International Franchise Association) pada tahun 1960 yang anggotanya terdiri dari franchisor, franchisee dan pemasok. Franchise saat ini didominasi oleh franchise tipe rumah makan siap saji. Kecenderungan ini dimulai pada tahun 1919 ketika A&W Root Beer membuka restauran cepat sajinya.
Pada tahun 1935, Howard Deering Johnson bekerjasama dengan Reginald Sprague untuk memonopoli usaha restauran modern. Gagasan merekan adalah membiarkan rekan-rekannya menggunakan nama yang sama, logo, makananan, persediaan bahkan membangun desain sebagai pertukaran dengan suatu pembayaran.
Dalam perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami berbagai penyempurnaan terutama di tahun l950-an yang kemudian dikenal menjadi waralaba format bisnis (business format) atau sering pula disebut sebagai waralaba generasi kedua.

2.      Definisi bisnis Franchisee
Bisnis franchise di sebut juga dengan bisnis waralaba yaitu salah satu format bisnis dimana pihak pertama di sebut dengan franchisor memberikan hak pada pihak kedua yaitu franchisee mendistribusikan barang/jasa dalam periode waktu tertentu untuk mempergunakan merek, logo yang dimliki dan dikembangkan oleh franchisor.
Kondisi perekonomian Indonesia saat ini memang sedang membaik. Berbagai produk baru bermunculan dalam waktu yang relative singkat, dan hal ini mengakibatkan masyarakat ingin mengetahui sebenarnya apa sih bisnis franchise itu. Untuk mendapatkan posisi yang aman, banyak orang yang mulai berlomba-lomba mendapatkan keuntungan besar dari kekayaan tersebut. Kegagalan bisnis waralaba jauh lebih kecil di banding bisnis lain. Pesatnya pertumbuhan waralaba pada akhir tahun ini memberikan pilihan kepada calon investor franchise untuk menanamkan modal di bisnis menarik ini. Pada bisnis waralaba ini mudah di bangun namun mudah jatuh juga, jika tidak di kelola dengan baik dan transparan bisnis ini bisa gulung tikar. Oke biar kita bisa lebih tau sebenarnya apa sih bisnis waralaba itu, saya akan menjelaskan sejarahnya terlebih dahulu.

3.      Konsep Franchisee
Konsep Bisnis Waralaba salah satunya yaitu pelan tapi pasti
Franchise sudah menjadi trend besar dalam strategi berbisnis. Franchise di yakini sebagai jaln pintas menjadi pengusaha, karena pada hakekatnya berbisnis secara franchise itu merupakan konsep pemasaran yang cepat dan murah. Kita tidak usah merasa di repotkan dengan berbisnis secara nol, karena menggunakan merek yang sudah memiliki reputasi di pasar. Alhasil setiap tahunnya muncul ribuan pengusaha baru untuk menjadi Franchisee. Maka dengan menggunakan konsep berbisnis secara franchise ini kita tidak usah terlalu terburu-buru asalkan kita menjalankannya pasti dan yakin maka apa yang kita kerjakan mendapatkan hasil yang maksimal.

Menurut Ben WarG Consulting syarat-syarat bisnis yang bisa di franchisekan adalah :
1.      Profitable (Keuntungan)
Secara terbukti unit bisnis mampu menghasilkan keuntungan, sehingga dapat menarik minat para calon franchisee.

2.      Unique (Keunikan)
bisnis yang difranchisekan harus memiliki uniqueness (keunikan) tertentu yang dapat digunakan sebagai positioning dan penyelamat dari potensi persaingan.

3.      Brand (Merek)
Untuk bisnis yang di frachisekan harus memiliki tingkat pengenalan brand yang cukup, sehingga mempermudah para franchisee untuk memasarkan produk dan jasanya.

Ben WarG Consulting juga menempatkan tiga elemen dasar bagi sebuah system franchise, yaitu:
1.      Brand
Pada dasarnya brand adalah representasi dari keberadaan produk atau jasa yang menjadi obyek sebuah unit bisnis. Semakin kuat brand-nya, maka semakin besar potensi bisnis yang diwakilinya. Maka dari itu brand di anggap sebagai asset yang paling mendasar pada system franchise.
Referensi dalam menilai kekuatan brand adalah sebagai berikut
-          Menguasai Cakupan
Maksud dari menguasai cakupan disini adalah brand di ketahui dan di mengerti oleh masyarakatnya yang menjadi cakupan bisnisnya.



-          Komunikatif
Hakikat brand adalah alat komunikasi agar unit bisnis atau produk diketahui oleh masyarakat. Oleh karena itu, brand harus bersifat komunikatif, baik secara verbal, visual maupun auditif.

-          Terpelihara
Komunikasi antara outlet bisnis dengan masyarakat sebagai target pasarnya, harus dijalin secara terus menerus. Untuk itu, brand yang menjadi alat komunikasi tersebut, juga perlu pemeliharaan secara terus menerus pula.

2.      Sistem
Sistem bisnis adalah sederetan prosedur, aturan, dan proses yang ada dalam satu unit. Sistem yang baik akan memungkinkan sebuah bisnis dapat beroperasi secara institusional, tanpa ketergantungan dengan orang-orang tertentu dalam organisasi bisnis yang bersangkutan. Penerapan sistem yang baik dalam franchise, akan menjamin dan menjaga reputasi brand yang menjadi sarana komunikasinya.

Aspek-aspek yang harus dipenuhi untuk membuat sistem franchise yang baik adalah sebagai berikut:
-          Baku
Sistem di berlakukan secara baku di seluruh outlet bisnis dengan batasan-batasan  dan ketentuan standar.

-          Terdokumentasikan
Sistem franchise di wujudkan dalam dokumen-dokumen yang secara fisik bisa di lihat. Dokumen tersebut berupa panduan operasional, panduan pembukaan, alur kerja, formulir-formulir administrasi, modul-modul pelatihan, struktur organisasi, deskripsi tugas dll.

-          Dapat di ajarkan
Sistem franchise ini harus dapat di ajarkan pada orang lain. Ini sangat penting untuk memastikan agar semua fungsi dalam organisasi bisnis tersebut bisa mempelajari atau dilatih untuk melakukan fungsinya  secara benar.

3.      Dukungan
Faktor ketiga dalam elemen dasar franchise adalah “dukungan” atau support. Dukungan di perlukan sebagai upaya franchistor untuk memastikan bahwa semua franchisee dapat mengoperasikan bisnis franchisenya dengan secara benar sesuai dengan system yang telah di bakukan.
Obyek-obyek dukungan franchise antara lain :
1.      Pemasaran dan pengadaan promosi
2.      Pasokan material dan bahan baku
3.      Pengadaan tenaga kerja