Kamis, 22 Maret 2012

Strategi Belajar di Perguruan Tinggi


Strategi Belajar di Perguruan Tinggi

Kondisi perekonomian di Indonesia sangat tidak bagus atau sulit di jangkau salah satunya adalah system pendidikan. Pemenuhan kebutuhan pendidikan baik yang secara formal mau non formal sangat di butuhkan karena dapat memberikan dampak yang besar terhadap penduduk dalam rangka menjalanin kualitan SDM (sumber daya manusi) Indonesia. Ada 2 jenis pendidikan yang kita kenal di masyarakat kita yaitu formal (tk, sd smp, sma dan universitas) dan yang non formalnya seperti lembaga lembaga tempat khursus. Pendidikan formal jelas tujuannya untuk memperoleh keberhasilan. Disini kita kan mendapatkan title sarjana muda, sarjana, magister dan sebagainya.
Melanjutkan studi di perguruan tinggi (PT) mungkin menjadi suatu harapan besar bagi setiap orang. Harapan tersebut adalah bisa memasuki PT yang ideal dan favorit. Pada kenyataannya tidak semua orang bisa merasakan kuliah di yang favorit, paling tidak karena faktor ekonomi dan tidak terseleksi.
Kuliah jelas memiliki jenjang  yang berdedan dengan jenjang yang sebelumnya. Jika di SMA program yang diikuti dapat dengan udah diikuti karena sangat jelas, tetapi dalam menempuh perkuliahan mahasiswa harus memiliki perencanaan yang matang. Merencanakan pekuliahan berarti menetukan tujuan-tujuan yang harus di capai selama kuliah untuk mencapai ekal masa depan.
System akademik itu secara garis besar menjelaskan semua prosedur akademik yang berkaitan dengan pembelajaran dan penelitian perguruan tinggi. Pengenalan pertama biasanya pada saat menerima mahasiswa baru. Selanjutnya mahasiswa di bimbing dengan dosen selama kuliah sampai lulus. Mahasiswa harus memahai struktur program mata kuliah, dan penyelenggaraan akademik sampai penyelesaian program akademik.
Merencanakan strategi kuliah itu harus dari dalam diri kita sendiri. Tujuan jangka panjang kita adalah mencapai cita-cita yang selama ini kita impikan dan impian tersebut harus di dasarkan dari diri sendiri profesi, kekayaan, pendidikan.  Sebagai mahasiswa harus bisa menentukan kapan ia akan lulus perkuliahannya dalam S1. Mahasiswa yang di PT harus bisa merencanakan aktivitas sebagai mahasiswa. Dan mahasiswa juga bisa memilih berbagai macam ekstrakulikuren yang berada di kampus.
Banyak berbagai macam factor yang harus kita pakai untuk menstrategikan belajar di perguruan tinggi seperti gaya belajar mahasiswa, hubungan dengan dosen seperti mengerjakan tugas yang di berikan kepada mahasiswa dan dikumpulkannya sesuai dengan waktu yang sudah di tentukan oleh dosen. Berinteraksi dengan mahasiswa lainya sangat penting apa lagi dengan kelompok-kelompok suatu organisasi yang di bikin oleh perguruan tinggi.
Kesempatan untuk kuliah di PT adalah kesempatan yang harus di manfaatkan setiap mahasiswa. Kesempatan ini harus di syukurkan dengan wujud kesungguhan dalam belaja selama kuliah berlangsung. Perencanaan yang matang dalam perkuliahan akan membantu mahasiswa untuk menuju masa depan.

Tanggapan Kenaikan Harga BBM dan Tarif Dasar Listrik


Tanggapan Kenaikan Harga BBM dan Tarif Dasar Listrik
Menurut saya kenaikan tersebut akan mempengaruh secara langsung maupun tidak langsung daya beli masyarakat di Indonesia. Karna kenaiakan BBM memicu kenaikan harga barang-barang seperti sembako dan harga barang konsumsi lainnya, dan memicu kenaikan tarif jasa-jasa dan tarif umum lainnya yang menyangkut fasilitas masyarakat, seperti tarif ojek, tarif dasar listrik dan tarif umum lainnya. Walaupun pemerintah menjanjikan akan memperikan kompensasi ke rakyat miskin belum tentu kompensasi tersebut membuat sebagian warga seneng. Seandainya kalau ingin menaikan harga BBM jangan terlalu tinggi kasihan dengan masyarakat yang ada di luar pulau jawa akan menerima harga yang sangat mahal dari sebelumnya.
Menurut saya dampak kenaikan tarif dasar listrik dilihat dari sisi kenaikan BBM, kenaikan ini juga sangat berpengaruh bagi masyarakat besar terutama masyarakan kalangan bawah. Kenaikan tarif dasar listrik bisa memicu terjadinya demo besar-besaran, karena selain tarif dasar listrik yang naik BBM pun juga naik.
Ya intinya dari kenaikan semua ini sangat sangat sangat merugikan sekali bagi masyarakat dan sangat tidak setuju.

Rabu, 30 November 2011

Artikel tentang perkembangan bisnis secara franchisee


Artikel perkembangan bisnis secara franchisee
1.      Sejarah Bisnis Franchisee
Konsep berbisnis secara franchise sebenarnya mempunyai sejarah yang cukup panjang jauh ke belakang. franchise diambil dari bahasa Perancis yang artinya kejujuran, bebas, kebebesan, untuk membebaskan.
Pada abad pertengahan, Awal kemunculan franchising di Eropa ditandai oleh hubungan antara para tuan tanah dan buruh atau budak-budak mereka. Para tuan tanah memberikan hak kepada buruh untuk menjual hasilnya , berburu, mengolah lahan, melakukan bisnis para tuan tanah di lahan tersebut.
Isaac M. Singer (1811-1875) menandai munculnya franchise di Amerika dengan bisnis mesin jahitnya. Dia menggunakan franchise untuk menambah jangkauan distribusi
pasarnya dengan cepat. Format franchisennya adalah dengan memberikan hak penjualan
mesin jahitnya dan tanggung jawab pelatihan kepada franchisee-nya.
Akhir-akhir ini telah menjadi salah satu trendsetter, yang memberi warna baru dalam dinamika perekonomian Indonesia.
konsep bisnis kepada franchisee mulai bermunculan dan menjadi booming setelah Perang Dunia II berakhir. Para pelopor franchise di Amerika, diantaranya:
- John S. Pemberton berhasil mewaralabakan Coca-Cola.
- General Motors Industry ditahun 1898 mewaralabakan industri mobil.
- Western Union dengan sistem telegraphnya.
- McDonald yang merupakan waralaba skala dunia yang paling sukses.
Dengan semakin banyaknya konsep franchise yang bermunculan, kebutuhan akan hokum dan perlindungan terhadap konsumen di butuhkan. Terbentuklah Asosiasi Franchise Internasional (International Franchise Association) pada tahun 1960 yang anggotanya terdiri dari franchisor, franchisee dan pemasok. Franchise saat ini didominasi oleh franchise tipe rumah makan siap saji. Kecenderungan ini dimulai pada tahun 1919 ketika A&W Root Beer membuka restauran cepat sajinya.
Pada tahun 1935, Howard Deering Johnson bekerjasama dengan Reginald Sprague untuk memonopoli usaha restauran modern. Gagasan merekan adalah membiarkan rekan-rekannya menggunakan nama yang sama, logo, makananan, persediaan bahkan membangun desain sebagai pertukaran dengan suatu pembayaran.
Dalam perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami berbagai penyempurnaan terutama di tahun l950-an yang kemudian dikenal menjadi waralaba format bisnis (business format) atau sering pula disebut sebagai waralaba generasi kedua.

2.      Definisi bisnis Franchisee
Bisnis franchise di sebut juga dengan bisnis waralaba yaitu salah satu format bisnis dimana pihak pertama di sebut dengan franchisor memberikan hak pada pihak kedua yaitu franchisee mendistribusikan barang/jasa dalam periode waktu tertentu untuk mempergunakan merek, logo yang dimliki dan dikembangkan oleh franchisor.
Kondisi perekonomian Indonesia saat ini memang sedang membaik. Berbagai produk baru bermunculan dalam waktu yang relative singkat, dan hal ini mengakibatkan masyarakat ingin mengetahui sebenarnya apa sih bisnis franchise itu. Untuk mendapatkan posisi yang aman, banyak orang yang mulai berlomba-lomba mendapatkan keuntungan besar dari kekayaan tersebut. Kegagalan bisnis waralaba jauh lebih kecil di banding bisnis lain. Pesatnya pertumbuhan waralaba pada akhir tahun ini memberikan pilihan kepada calon investor franchise untuk menanamkan modal di bisnis menarik ini. Pada bisnis waralaba ini mudah di bangun namun mudah jatuh juga, jika tidak di kelola dengan baik dan transparan bisnis ini bisa gulung tikar. Oke biar kita bisa lebih tau sebenarnya apa sih bisnis waralaba itu, saya akan menjelaskan sejarahnya terlebih dahulu.

3.      Konsep Franchisee
Konsep Bisnis Waralaba salah satunya yaitu pelan tapi pasti
Franchise sudah menjadi trend besar dalam strategi berbisnis. Franchise di yakini sebagai jaln pintas menjadi pengusaha, karena pada hakekatnya berbisnis secara franchise itu merupakan konsep pemasaran yang cepat dan murah. Kita tidak usah merasa di repotkan dengan berbisnis secara nol, karena menggunakan merek yang sudah memiliki reputasi di pasar. Alhasil setiap tahunnya muncul ribuan pengusaha baru untuk menjadi Franchisee. Maka dengan menggunakan konsep berbisnis secara franchise ini kita tidak usah terlalu terburu-buru asalkan kita menjalankannya pasti dan yakin maka apa yang kita kerjakan mendapatkan hasil yang maksimal.

Menurut Ben WarG Consulting syarat-syarat bisnis yang bisa di franchisekan adalah :
1.      Profitable (Keuntungan)
Secara terbukti unit bisnis mampu menghasilkan keuntungan, sehingga dapat menarik minat para calon franchisee.

2.      Unique (Keunikan)
bisnis yang difranchisekan harus memiliki uniqueness (keunikan) tertentu yang dapat digunakan sebagai positioning dan penyelamat dari potensi persaingan.

3.      Brand (Merek)
Untuk bisnis yang di frachisekan harus memiliki tingkat pengenalan brand yang cukup, sehingga mempermudah para franchisee untuk memasarkan produk dan jasanya.

Ben WarG Consulting juga menempatkan tiga elemen dasar bagi sebuah system franchise, yaitu:
1.      Brand
Pada dasarnya brand adalah representasi dari keberadaan produk atau jasa yang menjadi obyek sebuah unit bisnis. Semakin kuat brand-nya, maka semakin besar potensi bisnis yang diwakilinya. Maka dari itu brand di anggap sebagai asset yang paling mendasar pada system franchise.
Referensi dalam menilai kekuatan brand adalah sebagai berikut
-          Menguasai Cakupan
Maksud dari menguasai cakupan disini adalah brand di ketahui dan di mengerti oleh masyarakatnya yang menjadi cakupan bisnisnya.



-          Komunikatif
Hakikat brand adalah alat komunikasi agar unit bisnis atau produk diketahui oleh masyarakat. Oleh karena itu, brand harus bersifat komunikatif, baik secara verbal, visual maupun auditif.

-          Terpelihara
Komunikasi antara outlet bisnis dengan masyarakat sebagai target pasarnya, harus dijalin secara terus menerus. Untuk itu, brand yang menjadi alat komunikasi tersebut, juga perlu pemeliharaan secara terus menerus pula.

2.      Sistem
Sistem bisnis adalah sederetan prosedur, aturan, dan proses yang ada dalam satu unit. Sistem yang baik akan memungkinkan sebuah bisnis dapat beroperasi secara institusional, tanpa ketergantungan dengan orang-orang tertentu dalam organisasi bisnis yang bersangkutan. Penerapan sistem yang baik dalam franchise, akan menjamin dan menjaga reputasi brand yang menjadi sarana komunikasinya.

Aspek-aspek yang harus dipenuhi untuk membuat sistem franchise yang baik adalah sebagai berikut:
-          Baku
Sistem di berlakukan secara baku di seluruh outlet bisnis dengan batasan-batasan  dan ketentuan standar.

-          Terdokumentasikan
Sistem franchise di wujudkan dalam dokumen-dokumen yang secara fisik bisa di lihat. Dokumen tersebut berupa panduan operasional, panduan pembukaan, alur kerja, formulir-formulir administrasi, modul-modul pelatihan, struktur organisasi, deskripsi tugas dll.

-          Dapat di ajarkan
Sistem franchise ini harus dapat di ajarkan pada orang lain. Ini sangat penting untuk memastikan agar semua fungsi dalam organisasi bisnis tersebut bisa mempelajari atau dilatih untuk melakukan fungsinya  secara benar.

3.      Dukungan
Faktor ketiga dalam elemen dasar franchise adalah “dukungan” atau support. Dukungan di perlukan sebagai upaya franchistor untuk memastikan bahwa semua franchisee dapat mengoperasikan bisnis franchisenya dengan secara benar sesuai dengan system yang telah di bakukan.
Obyek-obyek dukungan franchise antara lain :
1.      Pemasaran dan pengadaan promosi
2.      Pasokan material dan bahan baku
3.      Pengadaan tenaga kerja